15 Alasan Harus ke PRADIKA RABBIT

Posting Populer

4.30.2012

MASTITIS PADA KELINCI KESAYANGAN KITA

.
0 komentar

MASTITIS PADA KELINCI KESAYANGAN KITA
Mastitis pada Kelinci
          Bagi pemilik kelinci tentu harapan terbesar ialah kelinci kita tetap sehat dan aktif terlebih apabila kelinci kita dapat berkembang biak dan menghasilkan anakan yang menggemaskan. Tetapi tak jarang terjadi beberapa hal yang menyebabkan kelinci kita tidak sehat dan seaktif biasanya. Nah, saat ini akan kami bahas mengenai salah satu kejadian yang sering terjadi pada induk kelinci yakni kejadian mastitis pada kelinci kesayangan kita. Apa ya yang dimaksud dengan Mastitis itu? Ada hubungan apakah dengan kelinci kesayangan kita? Dan apa yang seharusnya kita lakukan jika kelinci kita mengalami mastitis? Mari kita bahas bersama mengenai Mastitis pada kelinci kesayangan…

             Mastitis merupakan suatu peradangan pada kelenjar susu atau ambing dapat terjadi secara perakut, akut, subakut atau kronis yang ditandai dengan peningkatan jumlah sel leukosit pada susu, perubahan secara fisik dan komposisi susu yang disertai atau tidak disertai perubahan patologi dari ambing. Mastitis dapat menyerang mamalia betina dan yang paling sering yakni pada sapi perah (Iman, 2009). Oleh karena mastitis dapat menyerang mamalia, tentu tidak menutup kemungkinan kelinci pun juga dapat terjangkit penyakit ini.

           Kelinci dapat mengalami mastitis akibat kejadian traumatik atau infeksi mikroba khususnya akibat infeksi bakteri, diantaranya yang paling sering staphylococcus aureus, streptococcus sp., coliform, dan lainnya. Hal ini, dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari kelinci tersebut maupun manajemen pemeliharaan. Faktor dari kelinci misalnya lubang puting susu kelinci yang terlalu besar atau adanya luka-luka pada puting susu. Sedangkan faktor dari manajemen pemeliharaan seperti sanitasi perkandangan maupun kebersihan tangan saat pemilik saat memegang putting induk atau membantu bayi kelinci menyusu ke induk kelinci.

          Transmisi dari mastitis dapat terjadi melalui contagious mastitis yakni dari kelinci satu ke kelinci lainnya misalnya dari tangan pemilik yang memegang putting kelinci satu ke kelinci lainnya, lap pembersih yang digunakan sama atau dari manifestasi lalat. Selain itu, transmisi juga terjadi melalui environmental mastitis yakni berasal dari lingkungan misalnya feces, tanah, alas kandang atau air yang mengandung bakteri-bakteri penyebab mastitis kemudian terjadi kontak dengan lubang putting pada saat induk menyusui anaknya.

Salah satu terapi mastitis dengan akupuntur
            Lalu, apakah semua kelinci yang mengalami mastitis pasti menunjukkan gejala seperti pembengkakan pada kelenjar susunya? Ternyata tidak semua kelinci yang menderita mastitis menunjukkan gejala klinis karena mastitis pun terbagi menjadi 2 klasifikasi yakni clinical dan subclinical. Pada mastitis clinical akan menunjukkan gejala abnormalitas, yakni pembengkakan puting dan penggumpalan susu yang dihasilkan. Sedangkan mastitis subclinical tidak menunjukkan gejala seperti pembengkakan putting dan tidak ada perubahan pada susu yang dihasilkan.

            Apabila salah satu induk kelinci kita ada yang menderita mastitis yang menunjukkan gejala klinis tersebut apa saja ya yang harus dilakukan? Ada tindakan yang perlu dilakuakn antara lain :
  • Jika induk kelinci tersebut masih menyusui anaknya, maka pisahkan anaknya dan berikan susu pengganti untuk anaknya. 
  • Segera periksakan kelinci kesayangan kita kepada dokter hewan atau klinik hewan terdekat supaya segera dilakukan penanganan medis.
  • Seusai membawa kelinci kepada dokter hewan, jika kelinci tersebut diterapi secara rawat jalan maka ikuti prosedur yang telah ditentukan karena sangat mempengaruhi keberhasilan yang ditentukan. 
  • Lakukan pembersihan kandang rutin dan lebih disarankan dengan menggunakan desinfektan yang aman untuk kelinci.
  • Ketekunan dan kesabaran dalam merawat kelinci yang mastitis merupakan salah satu faktor keberhasilan proses penyembuhan. 
          Bagi pemilik yang ingin melakukan pencegaham agar kelinci di rumah tetap sehat dan terhindar dari penyakit ini sebenarnya sangat mudah lho. Cukup dengan menjaga kebersihan kandang dan peralatannya rutin setiap hari didukung juga dengan menjaga kontak dengan kelinci agar tidak terjadi penularan agen penyakit dari manusia ke kelinci maupun dari kelinci ke manusia. Setelah kita aplikasikan tips pencegahan ini dijamin deh mastitis akan jauh-jauh :)

Reference 
Iman, E.R.S. 2009. Infectious Disease I Mastitis. Department of Microbiology Faculty of Veterinary        Medicine. Surabaya.

readmore »»

3.31.2012

TANYA JAWAB DENGAN FORUM KREATIPRENEUR REPUBLIKA

.
2 komentar

TANYA JAWAB DENGAN FORUM KREATIPRENEUR REPUBLIKA


Tanya Jawab dengan Pradika dan Nimas (Pengusaha Ternak Kelinci)
by Kreatipreneur on Thursday, March 29, 2012 (diliput di Republika Rabu, 28 Maret 2012)

(1) Assalamualaikum wr wb
Halo, nama saya Nisa. Kebetulan saya juga memelihara beberapa kelinci di rumah dan saya juga tertarik untuk mengembangkannya ke dalam bisnis. Mohon infonya untuk tips dan kiatnya ya.… Oh ya, saya juga ada yang mau ditanyakan:
A. Bagaimana cara mengetahui jenis kelamin kelinci yang masih kecil/berusia sekitar dua bulan?
B. Apa saja produk yang bisa dihasilkan dari ternak kelinci?
C. Cara mengetahui antara kelinci Ras murni dean campuran, apakah ada perbedaan dalam pemeliharaannya?
D. Bagaimana cara menampung urine kelinci?
Sekian beberapa pertanyaan dari saya, sebelumnya saya mengucapkan terima kasih banyak karena sudah mau membagi ilmunya.
Wassalamualaikum wr wb
( Ratuh Nurunnisa )

Jawaban: 
(1) A. Untuk membedakan saat usia dua bulan dapat langsung dilihat di bagian kelaminnya. Kelamin jantan (buck) berbentuk bulat “o” dan betina (doe) berbentuk “v”. Berikut gambarnya: 
Buck = Jantan; Doe = Betina

B. Banyak produk yang dihasilkan dari ternak kelinci, mulai dari kelinci sebagai hewan hias, konsumsi (pedaging), bulu (fur), hingga kotorannya pun dapat digunakan.

C. Untuk mengecek atau menguji kelinci tersebut masih murni atau belum tercampur ras lain paling mudah adalah mengawinkannya dengan sesama rasnya dan jika hasilnya ada yang berlainan ras maka dapat dipastikan pernah disilangkan (tidak murni).

D. Cara menampungnya bisa dengan mendesain kandang agar urine kelinci tersalurkan ke satu tempat penampungan.

(2) Bagaimana awal memulai usaha/bisnis ternak kelinci itu?
Pertanyaan dari Anden D’martha, Bandar Lampung , Iin Yuniarti, dan Hakim Zain.

Jawaban: 
(2) Awal memulai tentukan dahulu kelinci apa yang akan dikembangkan, hias atau pedaging. Kemudian, belajar mengenal seluk-beluk tentang kelinci. Perbedaan paling mendasar dari kelinci hias dan pedaging adalah ras kelincinya. Untuk kelinci hias memiliki kriteria-kriteria standar tersendiri untuk setiap rasnya, saat ini mengacu pada America Rabbit Breeder Association (ARBA). Semakin mendekati standar tersebut maka harga juga semakin tinggi.

Untuk kelinci pedaging, pilih kelinci dengan postur badan komersial, yakni postur badan yang membulat, tidak panjang, dan dari kepala hingga ekor membentuk sebuah kurva. Bobot kelinci pedaging yang baik berusia tiga sampai empat bulan sudah mencapai lebih dari dua kg dan dapat dipanen (ada juga yang lebih cepat dan berat dari itu).
Tipe Badan Komersial
Keduanya, baik hias maupun pedaging, dapat dimanfaatkan kotoran feses dan urinenya untuk pupuk.

(3) Langkah apa saja yang ditempuh untuk memulai usaha kelinci?
(Andreawan dari Ngawi, Jawa Timur)

Jawaban: 
Mas Andreawan, jawaban untuk Anda sama dengan pertanyaan sebelumnya (Nomor 2). Silakan dicek jawabannya. Terima kasih.

(4)  A. Makanan apa yang paling baik buat kelinci?
B. Idealnya umur berapa kelinci dikonsumsi?
C. Bagaimana perawatan yang paling baik bagi kelinci? Vaksin, makan berapa kali sehari, seperti apa kandangnya?
D. Makanan olahan apa saja yang bisa dibuat dari kelinci?
E. Ke mana memasarkan kelinci dalam bisnis?
F. Mohon diberitahu di mana saja ada rumah makan/restoran yang menjual menu kelinci.
Terima kasih sebelumnya… : )
G. Berapa kisaran (range) harga jual kelinci di pasaran?
( Gilar Muliardo )

Jawaban: 
(4) A. Makanan yang baik tentu makanan yang bersih, bebas racun dan zat berbahaya lainnya, serta sesuai dengan kebutuhan nutrisi kelinci. Kami sarankan pelet khusus kelinci dan hay. Selain pelet kelinci, tidak kami sarankan penggunaannya karena dalam jangka panjang dapat mengakibatkan ganggguan di pencernaan kelinci.

B. Umumnya, saat ini kelinci potong yang siap untuk dipanen saat bobot sekitar 2 kg lebih atau berusia tiga sampai empat bulan. Perlu diketahui, kami fokus di kelinci hias, jadi untuk kelinci pedaging sebatas yang kami ketahui dari diskusi beberapa teman peternak kelinci pedaging yang kami kenal.

C. Perawatan yang baik tentunya yang sesuai dengan prinsip lima asas kebebasan untuk hewan atau five freedom for animal. Untuk lengkapnya, dapat cek di blog kami mengenai lima asas tersebut. Perlu diketahui juga, kelinci merupakan hewan yang suka kebersihan. Jadi, sebagai pemilik, kita harus selalu menjaga agar kondisi lingkungan kelinci bersih. Saat ini belum ada vaksin khusus untuk kelinci karena masih belum perlu.

D. Banyak, tapi kami tidak bergelut dalam kelinci konsumsi.

E. Cara memasarkan kelinci tidak jauh berbeda dengan cara memasarkan pet, seperti anjing dan kucing. Di rumah Anda sendiri pun juga dapat memasarkannya.

F. Setahu kami ada banyak, seperti di Lembang-Bandung, Batu-Malang, dan ada beberapa juga di Surabaya.

G. Harga kelinci bervariasi, bergantung pada kualitas dan rasnya untuk kelinci hias, dari ratusan hingga jutaan rupiah. Untuk kelinci potong, Rp 75 ribu per kg, menurut info yang kami dapatkan.

(5) Saya tinggal di Medan (Sumut). Pertanyaan saya, pangsa besar usaha kelinci ini ke mana ya? Kemudian, saya juga ingin tahu analisis usahanya. Syukron.
 (Mas Tri)

Jawaban: 
(5) Selama usaha kami berjalan, banyak permintaan dari pasar, baik hias maupun potong. Tentu jika bergerak di kelinci hias target pasarnya adalah hobi kelinci. Kelinci potong pada konsumen langsung, memasok ke beberapa restoran, atau warung-warung penjual daging kelinci. Untuk analisis usaha, kami kira terlalu panjang jika harus dijelaskan di sini.

*Sumber gambar dari Google.

Salam hangat dari kami, terima kasih atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan ^.^

Peternakan Kelinci Surabaya Pradika Rabbit
-Pure Blood Breeding-

twitter: @pradikarabbit
FB: Surabaya Rabbitry

readmore »»

3.21.2012

ANCAMAN PENYAKIT KELINCI PADA MANUSIA

.
4 komentar

ANCAMAN PENYAKIT KELINCI PADA MANUSIA

Saat akan memutuskan atau pertama kali memelihara kelinci selalu terbesit dalam pikiran kita. Amankah kita untuk memeliharanya? Pemikiran ini timbul karena didorong adanya pertanyaan dalam diri kita apakah ada ancaman penyakit kelinci yang dapat menular ke manusia? Jawabannya adalah iya. Sehingga dengan adanya suatu ancaman tersebut dapat membuat rasa ketakutan ataupun kekhawatiran untuk memutuskan dalam memelihara kelinci. Akankah ancaman tersebut membatalkan keputusan kita untuk memelihara kelinci? Nah, dalam ulasan Pradika Rabbit kali ini akan membahas apa saja ancaman penyakit kelinci yang dapat menular ke manusia dan apa yang harus dilakukan jika itu terjadi? Mari kita simak bersama…..^_^
 

           Keputusan awal untuk memelihara kelinci sebagai hewan peliharaan kita merupakan suatu keputusan yang sangat tepat. Bagaimana tidak, hewan yang satu ini sangat unik dan menarik perhatian, selain itu yang terpenting kelinci merupakan hewan yang aman terhadap penyakit menular ke manusia. Lalu yang menjadi pertanyaan apakah ada ancaman penyakit dari kelinci? Ancaman tersebut tentu ada, namun saat ini masih sedikit penyakit yang dapat menular dari kelinci ke manusia selama tubuh dalam kondisi yang sehat. Namun, tidak menutup kemungkinan dapat tertular apabila sistem imun tubuh menurun. Segala ancaman tersebut dapat diatasi apabila kita melakukan berbagai pencegahan antara lain dari aspek kelincinya dahulu, yakni dalam memilih kelinci yang akan diadopsi harus dalam kondisi benar-benar sehat dan cukup usia (minimal 2 bulan), selalu menjaga sanitasi kandang, memberikan pakan sesuai kebutuhan nutrisi dan tidak terkontaminasi mikroorganisme, serta menjaga kelinci kesayangan kita agar tidak kontak dengan hewan lain yang sakit. Kemudian dari aspek pemilik hewan setelah melakukan kontak dengan kelinci kesayangan jangan lupa untuk mencuci tangan agar tidak ada penularan penyakit dari kelinci ke pemilik hewan maupun sebaliknya. 
Lingkungan kandang yang bersih menjamin kesehatan Pemilik dan Kelincinya
Kalau tadi kita sudah mengulas mengenai pencegahan ancaman penyakit pada kelinci, sekarang kita akan mengulas penyakit pada kelinci yang dapat menular ke manusia. Kelinci dapat terserang penyakit akibat adanya infeksi dari parasit, bakteri dan agen penyakit lainnya. Misalnya infeksi akibat parasit yaitu scabiosis yang disebabkan ektoparasit Notoedres cati dan Sarcoptes sp. Penyakit ini dapat menular ke manusia dengan kontak langsung dari kelinci yang berpenyakit scabiosis dan efeknya pada manusia akan terasa gatal yang sangat. Oleh sebab itu, seusai kontak dengan kelinci yang menderita scabiosis, maka pemilik wajib mencuci tangan dengan sabun atau dianjurkan memakai hand gloves.
Kemudian ketika kelinci kita menunjukkan gejala yang tidak sehat, maka apa yang harus kita lakukan agar kelinci kita sehat kembali dan penyakit tersebut tidak dapat menular kepada kita?

Cuci tanganlah sebelum dan
sesudah kontak dengan kelinci
Tanamkan pada diri kita untuk tidak mencoba-coba mengobati kelinci dengan sistem asal atau perkiraan karena dapat berakibat buruk saat itu juga maupun beberapa waktu setelah itu. Jangan tunda untuk membawa kelinci kesayangan kita ke dokter hewan terdekat atau dokter hewa kepercayaan agar segera mendapatkan penanganan medis. Selain itu lakukan konsultasi mengenai penyakit tersebut dan perawatan yang perlu dilakukan oleh pemilik.

Nah, itu tadi sedikit tips dalam memelihara kelinci, semoga bermanfaat dan bisa memberikan pencerahan. Jangan takut untuk memelihara kelinci karena kelinci adalah salah satu hewan yang sangat menarik dan aman bagi kita selama pemeliharaan terjaga dengan baik.  ^_^

readmore »»

2.22.2012

ADAPTASI PAKAN PADA KELINCI

.
24 komentar

ADAPTASI PAKAN PADA KELINCI

Pernah mengganti pakan kelinci secara mendadak dan kemudian kelinci enggan memakannya? Tenang, jangan langsung memutuskan bahwa kelinci tidak suka atau pakan tersebut tidak cocok untuk kelinci. Hal tersebut wajar dan bukan masalah yang besar.


Hay, pakan wajib kelinci
Mari kita membuat sebuah gambaran dengan diri kita. Kita yang terbiasa menikmati makanan matang tentu akan merasa aneh dan merasa tidak bernafsu makan dikala kita dihidangkan makanan mentah ala masakan jepang. Terbiasa makan ikan berkuah yang hangat tiba-tiba dihidangkan sepotong ikan mentah yang hanya diberi kecap asin dan perasan jeruk. Lantas, maukah kita memakannya? Perasaan aneh dan hilang nafsu makan yang kita rasakan tersebut juga hampir sama dengan apa yang dirasakan oleh kelinci kita. Jika kita terus paksakan untuk memakannya (ikan mentah tadi) bisa jadi perut kita menjadi mulas dan diare, hal ini juga berakibat sama dengan kelinci. Sering kita memaksakan kehendak dengan memaksa kelinci memakan sesuatu yang baru dan aneh baginya sehingga kelinci diare.

Pelet, pakan kesukaan kelinci
Lantas, apa yang perlu kita lakukan agar hal tersebut tidak terjadi dengan kelinci kesayangan kita? Mari kita simak beberapa tulisan dibawah ini!

1. Sediakan pakan lama dan baru.
2. Berikan Kelinci pakan lama dan baru dengan perbandingan 70:30. Perhatikan apakah pakan baru tersebut habis dimakan atau tidak.
3. Jika pakan baru masih belum juga dimakan maka tunggulah hingga habis dimakan.
Sayuran Hijau sebagai camilan kelinci
4. Jika kelinci mulai terbiasa dengan pakan yang baru, kurangi porsi pakan lama dengan pakan baru dengan perbandingan 50:50. Kemudian 20:80 dan pemberian penuh pakan baru.
5. Proses adaptasi pakan ini dapat berlangsung lama, umumnya paling cepat sekitar hari kelima dan paling lama hingga 2 minggu.
6. Perlu diingat pergantian pakan yang mendadak dapat mengakibatkan diare.
7. Sangat disarankan setiap adopsi kelinci baru untuk juga membeli beberapa bungkus pakan yang sudah terbiasa digunakan oleh pemilik sebelumnya.

Semoga membantu :)


readmore »»

1.11.2012

KELINCI KOK MUDAH MATI?

.
9 komentar

KELINCI KOK MUDAH MATI?
 Pertanyaan ini sering kali terucap kepada kami dari penghobi kelinci yang saking kesalnya setiap memelihara kelinci selalu berujung pada kematian sehingga mereka kapok atau enggan kembali memelihara kelinci. Setelah kami mencari tahu sebabnya, barulah ada titik terangnya. Ternyata sebagian dari mereka membeli/adopsi anakan kelinci dari sebuah tempat dan rata-rata berusia 2 bulan menurut versi penjualnya. 

Lantas muncul sebuah pertanyaan, sebesar apa sih usia 2 bulan yang dimaksud itu? Sembari mengobrol yang kebetulan pembicaraan ini berada di lokasi Rabbitry, kami mempersilakan pengunjung tersebut naik ke lantai 2 menuju apartemen kelinci kami. Baru saja melangkah masuk kedua orang tersebut kompak bersahut sambil menunjuk, sebesar ini Kelincinya. Ini kata penjualnya sudah 2 bulan. Mereka menunjuk 6 ekor anakan kelinci yang masih berada dalam satu kamar bersama Induknya. Dengan senyuman kami menjawab, ini masih 1 bulan Mas, lebih tepatnya 33 hari. Anakan ini masih butuh susu induknya dan tentunya dekat disisi induknya hingga usia 60 hari. Kemudian pada usia 50 hari pertama mulai kita pisah perlahan hingga usia 60 hari. Setelah itu siap untuk Mas dan Mbak adopsi. 

Well, ini sebagian gambaran yang sering kami temui di realita lika liku perkelincian. Banyak oknum yang ingin mencari keuntungan dengan cepat dan besar namun ujung-ujungnya memanfaatkan ketidaktahuan pihak konsumen dan berbohong. Kejadian ini masih berhubungan dengan usia belum dengan Ras, jenis kelamin dan perawatan kelinci itu sendiri. Bukan ingin menakuti tapi ingin berbagi bahwa anggapan kelinci mudah mati itu tidaklah benar, jika memang kelinci mudah mati sudah seharusnya dia punah dari bumi ini.


Sebagai awal dan pemecah solusi masalah di atas, akan kami sertakan beberapa tips yang semoga memudahkan kawan-kawan dalam memelihara kelinci: 

1. Jangan langsung percaya pada pedagang kelinci (terutama masalah usia kelinci) terlebih yang berjualan dipinggir jalan.
2. Pernyataan yang menyatakan kelinci tidak butuh minum dan cukup dari sayuran saja itu tidaklah benar, perlakuan itu menyiksa kelinci meski nanti berumur panjang. --> Kelinci butuh air minum untuk kelangsungan hidupnya dan menjaga agar metabolisme tubuh berjalan dengan normal.
3. Jangan langsung memutuskan untuk memelihara sepasang kelinci jika belum siap untuk memelihara kelinci. Mungkin saat ini baru 2 ekor, bagaimana jika sudah 5 atau 10 ekor sedang Anda tidak siap dengan itu? 
4. Pastikan Anda sudah berjanji dengan diri sendiri siap merawat kelinci untuk minimal 10 tahun ke depan, bukan karena ikutan trend saja.
5. Konsultasikan dahulu kepada keluarga jika ingin memelihara hewan. Ini penting karena jika tidak setuju Anda akan kerepotan ke depannya. 
6. Persiapkan Kandang dahulu, baru isi kandang (kelinci) meski kelinci akan di taruh di dalam rumah. Hal kecil lainya seperti tempat makan dan minum jangan sampai terlupakan.
7. Pola pemberian pakan. Pemberian pakan berupa wortel dan kangkung secara terus menerus bukan hal yang baik karena belum memenuhi kebutuhan nutrisi kelinci secara utuh. Saran kami gunakan Hay dan Pelet khusus Kelinci, bukan pelet Sapi, Ikan, atau Unggas.
8. Kelinci adalah hewan yang suka kebersihan. Jangan malas untuk membersihkan kandangnya. Pagi dan sore hari adalah waktu yang tepat.
9. Kebersihan pakan dan air yang diberikan juga harus diperhatikan untuk mencegah gangguan di pencernaan kelinci.
10. Meletakan kandang juga harus diperhatikan, hindari lokasi yang terik dan terlalu banyak hembusan angin kencang. Sebaiknya di lokasi yang teduh dan sejuk.
11. Cari informasi mengenai Dokter Hewan atau Klinik Hewan terdekat dengan lokasi tinggal Anda, sebagai upaya siaga jika Kelinci sakit.
12. Jangan menunda-nunda untuk konsultasi ke Dokter Hewan disaat kelinci sakit. Semakin menunda akan memperparah kondisi kelinci sehingga resiko kematian semakin besar.
13. Sangat tidak disarankan memberikan obat-obatan kepada kelinci dimana kita tidak mengetahui kegunaan dan takaran dari obat-obatan yang diberikan. Sebaiknya konsultasikan ke Dokter hewan.
14. Penting juga untuk diingat, setelah kontak dengan kelinci jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun hingga bersih untuk menjaga kesehatan kita sendiri.
15. Jangan pernah menggendong atau mengangkat kelinci dengan menarik telinganya.


Semoga sedikit tips ini bermanfaat dan jangan pernah bosan pelihara kelinci serta baca-baca di blog kami ^_^

readmore »»

Bagikan ke teman yang lain

1 Jempol Please ^^

 

PETERNAKAN KELINCI SURABAYA PRADIKA RABBIT

Tempatnya Hobiis, Peternak dan Pecinta Kelinci Mencari Info dan Kelinci Berkualitas